Daftar Blog Saya

Kamis, 12 Februari 2015

AKUNTANSI
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." ("Sayalah pembaharu dan penghidup kembali dari salinan kuno yang dicetak di sini, di London pada 14 Agustus 1543: dikumpulkan, dipublikasikan, dibuat, dan diangkat oleh seorang Hugh Oldcastle, Scholemaster, yang mana, muncul pada risalahnya, yang kemudian mengajarkan Aritmatika, dan buku ini di paroki Saint Ollaves di Marko Lane.") John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

Laporan akuntansi[sunting | sunting sumber]

Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. [2] Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca,laporan laba rugilaporan perubahan modal, dan laporan arus kas.[3]
  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

Rabu, 11 Februari 2015

 KEINDAHAN GUNUNG IJEN

Indonesia tanah air beta sungguh asik untuk dijelajahi, keindahan alamnya yang mempesona membuat kita terkagum-kagum. Bersama 4 teman, menggunakan kereta api perjalanan saya dimulai dari Jakarta menuju Surabaya untuk bertemu 10 teman lainnya. Dilanjutkan dengan kendaraan roda empat menuju Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, tujuan kami adalah Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Ada dua rute untuk menuju Kawasan Wisata Ijen yaitu melalui rute Kabupaten Bondowoso menuju Kecamatan klobang atau melalui Kabupaten Banyuwangi menuju Kecamatan Licin dan berakhir di Paltuding yang merupakan pos terakhir atau gerbang menuju Taman Wisata Alam Kawah Ijen.

Tersedia banyak penginapan di Paltuding dengan fasilitas dan harga beragam, sedangkan kami lebih memilih bermalam di tenda. Sebelum pukul 02.00 WIB kami harus sudah bangun dan mempersiapkan fisik. Makan dengan perbekalan yang ada atau hanya sekedar minum minuman hangat. Pagi itu sebelum matahari terbit pendakian akan kami mulai, sasaran kami adalah selain bisa melihat keindahan Kawah Ijen juga bisa menyaksikan fenomena Api Biru atau biasa dikenal dengan Blue Fire yang hanya bisa terlihat pada malam hingga dini hari.

Kawah Ijen adalah danau air asam yang terbentuk akibat letusan Gunung Ijen berkali-kali. Keasaman kawah ini hampir mendekati angka nol, sehingga bisa melaturkan pakaian bahkan kulit. Kawah Ijen terletak di atas Gunung Ijen, dengan ketinggian 2368 meter di atas permukaan air laut (mdpl) bukan hal mudah mendaki gunung ini. Struktur tanahnya berpasir dan berbatu krikil kecil yang menjadikan pendakian semakin licin.

Dari Paltuding kami menyusuri jalan setapak jalur pendakian. Udara dingin mulai terasa di kulit saya, mendaki di pagi buta dengan suasana yang masih gelap tentunya yang tak boleh lupa adalah membawa lampu senter. Tak ada pemandangan yang dapat kami nikmati selain kerlap-kerlip bintang bertaburan di langit. Jarak dari Paltuding ke Kawah Ijen adalah sekitar 3 KM yang dapat ditempuh selama 2 jam dengan berjalan santai. 100 meter di awal jalanan datar dan landai, selanjutnya jalanan mulai menanjak dengan kemiringan bervariasi antara 25 – 35 derajat. Sulit menyamakan ritme 15 orang dengan kondisi fisik dan stamina yang berbeda, sebagian dari kami akhirnya tertinggal jauh di belakang.

Sepanjang jalan tersedia pos-pos istirahat untuk sekedar duduk sambil mengatur nafas dan menunggu teman yang tertinggal. Melewati 1 KM medan pendakian mulai terasa semakin menanjak, saya pun mulai kesusahan untuk mengatur nafas. Rupanya saya sudah disusul oleh seorang bapak penambang belerang, wah cepat sekali bapak ini jalan atau saya yang jalan terlalu pelan. Saya pun jadi semangat, berjalan sambil ngobrol dan bertanya-tanya. Namanya pak Hadi usianya 49 tahun, bekerja sebagai penambang belerang tradisional sudah ia lakukan sejak usia 14 tahun awalnya ia diajak oleh Pamannya. Pak Hadi bilang 200 meter lagi sampai di Pos Timbang, ternyata benar itu artinya 2 KM sudah saya lewati berjalan selama 1 jam lebih dengan ketinggian 2214 mdpl. Melanjutkan perjalanan dengan medan yang masih menanjak dan semakin menanjak, akhirnya menemukan juga jalan datar dan landai tapi jalan setapaknya sangat sempit sehingga jika berpapasan dengan penambang belerang atau wisatawan lain harus mengalah jalan menepih. Bau belerang mulai tercium menyengat Kawah Ijen pun sudah sangat dekat.

Sampailah saya di puncak Gunung Ijen, sedangkan suasanan masih gelap. Di puncak sudah banyak wisatawan lain sebagian besar dari mereka adalah warga negara Perancis, rupanya mereka sudah dari tadi sampai di puncak. Sasaran mereka sama seperti kami yaitu bisa menyaksikan fenomena Blue Fire sebelum matahari terbit. Konon fenomena Blue Fire ini hanya ada 2 di dunia, satu lagi berada di  Islandia.

Blue Fire adalah api berwarna biru yang muncul di sela-sela bebatuan di lokasi penambang belerang di bibir Kawah Ijen. Warna birunya semakin mempercantik Kawah Ijen dikegelapan. Untuk menyaksikan Blue Fire kita bisa turun menyusuri tebing kaldera berjalan di bebatuan di jalur penambang belerang. Berhati-hatilah karna jalannya terjal belum lagi asap belerang tertiup angin mengarah ke arah kita asapnya sangat perih di mata. Jangan lupa memakai masker atau kain basah penutup hidung dan mulut seperti yang dilakukan oleh penambang belerang.

Selesai menyaksikan fenomena Blue Fire berjalanlah ke arah Timur, di balik lereng Gunung Merapi Jawa Timur muncul matahari terbit yang sangat indah menyinari puncak Gunung Ijen dan sekitarnya. Subhanallah sungguh indah lukisan alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, decak kagum begitu melihat Kawah Ijen terlihat sangat cantik berwarna hijau toska. Dikelilingi dinding kaldera berwarna coklat dan abu-abu membingkai indah Kawah Ijen. Sisa erupsi kegunungapian Ijen menjadikan dinding kaldera seperti pahatan batu yang terlihat indah dari kejauhan. Di bawah Kawah Ijen terlihat kepulan asap putih dengan  belerang berwarna kuning.

Berada di atas puncak dengan panorama yang sangat indah, rasa letih setelah menempuh perjalanan jauh sirna berganti kekaguman. Berjalan menyusuri tebing di atas Kawah Ijen ada banyak pemandangan menarik yang terlihat. Gunung Merapi terlihat sangat dekat dan jelas dengan kabut tipis yang masih menyelimutinya. Gunung Raung terlihat sangat jauh, kepulan asap di puncaknya seakan mengisyaratkan bahwa ia adalah gunung api aktif, sedangkan Gunung Meranti terlihat berdiri kokoh besar.

Selain itu kita juga bisa menyaksikan  aktivitas penambang belerang tradisional. Kawah Ijen adalah pemasok belerang (sulfur) utama di Indonesia. Ada sekitar 250 penambang belerang bekerja di sini. Mereka bekerja mulai pukul 01.00 WIB berjalan dari Paltuding memikul keranjang bambu kosong  naik ke Gunung ijen dan menuruni tebing menuju Kawah Ijen. Di pinggir Kawah Ijen itulah belerang berwarna kuning mereka galih dengan peralatan yang masih sangat manual, mereka angkut lagi ke atas dengan medan yang cukup terjal berbatu. Dalam sehari mereka bisa bolak-balik 1-2 kali mengangkut belerang dengan beban kurang lebih 80 Kg. Untuk memudahkan mereka bekerja secara estafet, belerang yang sudah mereka angkut ke atas mereka tinggalkan di jalan, kemuadian mereka bisa turun lagi ke kawah untuk menambang. Sedangkan penambang lainnya mengambil dan mengangkutnya menuju Pos Timbang, di Pos Timbang inilah belerang-belerang tersebut ditimbang dan dijual ke Perusahaan. Setiap hari mereka harus bekerja dengan menghirup asap belerang yang mengandung racun, pekerjaan yang sangat beresiko demi bisa menghidupi keluarga.

Selasa, 10 Februari 2015

MANFAAT BUAH JERUK BGI KESEHATAN
 
Manfaat Buah Jeruk mengandung banyak vitamin, mineral, serta serat esensial yang tak bisa diproduksi oleh tubuh. Dengan kandungan tersebut, salah satu manfaat jeruk adalah menjaga daya tahan dan keseimbangan tubuh agar tetap normal. Selain mengandung berbagai macam gizi, Manfaat Buah Jeruk juga memiliki manfaat untuk mencegah penyakit kronis seperti kanker, katarak, dan kardiovaskuler.
Selama ini Manfaat Buah Jeruk memang hanya dikenal memiliki vitamin C. Pada kenyataannya buah ini memiliki kandungan gizi esensial yang sangat baik bagi tubuh seperti karbohidrat, kalsium, potassium, folat, thiamin, vitamin B6, magnesium, fosfor, niacin, tembaga, asam pantotenat, dll.
Buah jeruk tidak memiliki kandungan lemak, kolesterol, serta sodium. Jeruk hanya mengandung karbohidrat dalam bentuk sederhana yang berupa glukosa, sukrosa, dan fruktosa. Sehingga bagi Anda yang memiliki masalah dengan berat badan atau sedang menjalani diet, tidak perlu khawatir untuk mengonsumsi buah ini.
Manfaat Buah Jeruk yg lain adalah untuk membantu memperlambat proses pengosongan lambung, karena jeruk mengandung polisakarida non-pati yang sering kita kenal sebagai serat makanan. Dengan adanya hal tersebut, jeruk dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama. Selain itu juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Untuk memenuhi kebutuhan serat makanan bagi tubuh , Anda dapat mengonsumsi 1 buah jeruk per hari. Tiap buah jeruk ukuran sedang memiliki kandungan serat makanan sekitar 3,0 g.
khasiat dan Manfaat Buah Jeruk yang Lain
Selain beberapa Manfaat Buah Jeruk diatas, jeruk masih memiliki beberapa khasiat lain sebagai berikut:
– Sari jeruk dapat membantu menyembuhkan demam, wasir yang mengakibatkan gangguan pendarahan, membantu mengurangi asam berlebihan dalam darah, memperlancar air seni, dll.
Jeruk dapat digunakan untuk mengobati penyakit bronchitis, asma, masuk angin, dan gangguan pencernaan dengan membuat ramuan air jeruk manis, garam, madu, dan sedikit lada.
- Kulit jeruk manis dapat membantu melembutkan kulit serta menghilangkan bintik hitam. Anda dapat membuat rebusan kulit jeruk manis dan meminumnya tiap hari satu gelas secara rutin hingga tiga bula.
Manfaat jeruk yang luar biasa di sebutkan seperti dibawah ini, dikutip dari sebuah halaman The Times :
Banyak Mengandung Vitamin C
Cukup dengan satu buah jeruk saja, sudah cukup untuk memenuhi asupan vitamin C kita setiap hari sebesar 116,2%. Vitamin C melindungi DNA dari kerusakan yang disebakan oleh radikal bebas, sehingga bisa menurunkan resiko terkena kanker usus.
Tidak hanya itu, vitamin C juga memiliki banyak manfaat lainnya seperti menangkal flu, mencegah infeksi teling dan meningkatkan kekebalan tubuh.
Menjaga Kesehatan Kulit dan Sebagai Anti Oksidan
Anti oksidan yang terdapat buah jeruk ini lah yang berfungsi untuk mencegah penuaan dengan mencegah serangan dari radikal bebas. Dengan 1 buah jeruk saja, sudah membantu Anda untuk menjaga keremajaan kulit Anda walau umur Anda sudah mencapai 50 tahun.


Baca Selengkapnya http://caramanfaat.com/manfaat-buah-jeruk/